Home

Jumat, 14 Oktober 2011

Yang Terlewatkan

Tubuhku mengeluarkan keringat dengan dahsyatnya. Jari jemari membeku dingin. Hati berdegub kencang. Aku coba kuatkan hati untuk menghadapi ini. Hanya dua atau tiga jam saja kan? Aku pasti mampu. Hati menggebu-gebu namun langkahku semakin melambat. Benarkah ini? Atau aku batalkan saja. Sepertinya aku masih tidak siap. Dddrrrttt. Ponselku bergetar. Ku baca pesan itu, "kamu dimana? aku sudah di pintu utama." ku tarik napas dalam-dalam. Terlambat untuk mundur sekarang. Harusnya aku batalkan saja dari awal. Tapi tidak. Ku ayunkan langkah percaya diri.

Sosok itu sedang duduk. Dengan earphone yang menyangkut di telinganya. Dia melihatku dengan kening berkerut. Ya, sekarang penampilanku berubah. Aku bukan anak sekolah yang dia pacari dulu. Sekarang aku seorang wanita yang sedang menjalani proses pendewasaan diri. Namun, dirimu tidak ada yang berubah. Kau tetap dengan tubuh tambunmu. Dan mata itu. Mata yang selalu mengawasiku dikala kita saling bercakap-cakap. Aku menyadarinya tapi tidak terlalu aku hiraukan. Ada beberapa saat, tanpa sadar aku mengeluarkan egoku. Ya, aku masih temprament seperti dulu. Kau coba melakukan kontak fisik lembut. Entah menggandeng tanganku saat berjalan atau memeluk pinggangku. Namun, itu tidak tepat untuk saat ini. Karena aku sekarang sedang bercinta dengan diriku sendiri.

Akhirnya waktu tiga jam itu segera berlalu. Saat perjalanan pulang, hanya sunyi yang kami rasakan. Wajahnya menunjukkan ekspresi yang tidak bisa tertebak. Dia jalan membelakangiku. Aku melewatkan bus yang datang. Mungkin 3 atau 4 bus yang aku acuhkan. Menunggu kata-kata pamitan dari mulutmu. Tapi kau hanya diam. Sibuk dengan earphone-mu. Entah apakah kau benar-benar mendengarkannya atau hanya sebagai penghalang agar kita tidak berkomunikasi sama sekali. Ku putuskan saat bus ke 5 datang aku beranjak. Tanpa kata. Aku hanya mencoba tersenyum. Aku ingin ini pertemuan ini berakhir dengan baik. Bagaimana pun kita pernah mengalami petualangan hidup bersama.

Rabu, 12 Oktober 2011

#Day 13 #Rumah



Aku semakin melengkungkan tubuhku. Semakin ku rengkuh erat sehelai selimut yang kita bagi berdua. Ya, aku dan kamu disini. Terjebak dalam hujan badai dikala musim dingin. Sesekali aku menatap wajahmu yang berusaha memejamkan mata. Napasmu seperti uap yang keluar dengan teratur. Aku sengaja memelukmu erat. Mungkin dengan begitu kita akan berbagi kehangatan. Bukan. Ini bukan kehangatan yang vulgar. Ini murni kehangatan antara aku dan ibu. Kami saling berbagi selimut saat dingin menyerang. Bagai dua anak kecil yang sedang dipeluk oleh nikmat Tuhan. Aku dan kamu hanya terdiam. Namun, terasa seperti sudah bercakap-cakap panjang lebar. Kesunyian ini tidak mematikan. Aku mendengar degup jantungnya. Aku berharap badai ini tidak akan berakhir. Karena aku menikmati saat-saat ini dengannya.

Selasa, 11 Oktober 2011

#Day 12 #Mantan

Tema #12 #Mantan *pingsan*

*bangun lagi*..*kumpulin nyawa*..*kumpulin mental*
Ada yang tahu kenapa tema ini yang dibahas?

Hufft!!! Okeh demi permainan #15harimenulisdiblog ini, saya coba korek-korek lagi tentang "mantan" dari kotak memori saya.


Dia. Selalu ada di saat saya membutuhkan.
Dia. Selalu ada di saat saya bahagia.
Dia. Selalu ada di saat saya sedih bahkan menangis.
Dia. Selalu bisa merangkap menjadi sosok yang saya butuhkan.
Dia. Selalu menemani mimpi-mimpi indah saya.
Dia. Selalu menghidupkan semangat membara dalam jiwa saya.
Dia. Selalu menghembuskan kalimat-kalimat mujarabnya agar saya percaya pada kehidupan.
Dia. Selalu meyakinkan saya bahwa saya kuat, saya mampu.
Namun, semua itu sudah berlalu.
Sekarang, kami berjalan dijalur kami masing-masing.
Jalur yang masih samar.
Jalur yang tidak kami ketahui ujungnya.

Senin, 10 Oktober 2011

#Day 11 #Hujan

Bau itu sangat khas.
Bau tanah sebelum hujan.
Selalu menggugah ku untuk memejamkan mata.
Menghirupnya dalam-dalam.
Langit menghitam.
Namun, aku tidak beranjak dari tempatku berdiri.
Aku menunggu langit menumpahkan ribuan bahkan jutaan tetes airnya.
Mengguyurku sampai basah kuyup.
Menikmati setiap tetesnya yang jatuh ditubuh ini.
Sekali lagi.
Langit bertambah hitam dan sapuan angin semakin kencang menghembuskan udara dinginnya.
Aku tetap bertahan.
Tetapku pijakkan dengan kuat kakiku ditanah ini.
Sampai tetesan pertamanya jatuh ditubuh ini.

 

Huruf, Kata, Kalimat

Hampir setengah jam hanya menatap kosong layar komputer.
Tak keluar satu huruf, satu kata bahkan kalimat.
Hanya layar berwarna putih yang dengan siap menunggu kata pertamanya.
Aku mengetuk-ngetukkan pena ke meja dengan nada tidak sabar.
Oh, aku butuh imajinasi hari ini.
Tak perlu berlebihan.
Cukup beri aku satu kata.
Satu kata yang mungkin bisa aku sulap menjadi sebuah kalimat yang indah.
Kalimat yang tentunya akan berisikan tentang dirimu.
Ya, masih tetap dirimu yang mendominasi kata bahkan kalimat yang aku tuliskan.
Susah payah aku mengenyam pendidikan dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi.
Huruf yang aku ciptakan, kata yang aku tuliskan, kalimat yang aku ucapkan semua terbentuk dari pesona mu.
Pernah berharap, aku tidak mau belajar menulis bahkan berbicara tentang dirimu.

Sabtu, 08 Oktober 2011

#Day 9 #Jendela -Kisah Tak Berujung-

" Selamat tinggal kisah tak berujung
Kini ku kan berhenti berharap
Perpisahan kali ini untukku
Akan menjadi kisah
Sedih yang tak berujung "


Sedari tadi lagu ini yang menemani ku.
Hujan sudah tidak malu-malu lagi menumpahkan airnya.
Tubuh ini dibalut dinginnya malam.
Menusuk sampai ke tulang.
Namun, aku masih setia menunggu dia.
Di jendela ini.
Berharap dia akan melemparkan batu kerikil kecil ke jendelaku.
Tanda kehadirannya. Namun nihil.
Mungkin dia sedang menjalani prosesi pingitan malam ini.
Berusaha menyusut air mata yang dengan genitnya meluncur dipipiku.
Aku benci saat terlihat rapuh.
Dan aku benci karena penyebabnya adalah dia.
Janji-janji menguap bersama udara.
Oh, Tuhan. Adilkah ini?

Jumat, 07 Oktober 2011

# Day 8 #Pesan

Entah yang ke berapa kalinya aku mengecek ponsel.
Kamu tidak muncul juga.
Ini sudah hari ketiga kamu tidak ada kabar.
Aktif. Namun tidak ada balasan.
Juga tidak ada telepon.
Oh! Ini sangat mengganggu ku.
Malam ku jadi gelisah.
Siang ku jadi prasangka.
Sedang apa kamu disana?
Apa kamu lupa padaku?
Bagaimana bisa?
Semua berkecamuk dalam otak.
Namun lebih didominasi oleh pikiran negatif.
Dddrrrttt.
Buru-buru aku meraih ponsel ku.
"I Love You"
Jantung ku berdegub kencang.
Yes, it's you.

 

Kamis, 06 Oktober 2011

# Day 7 #TelurDadar -Aku Kokimu-

Ada nafas hangat ditengkukku.
Ada lengan yang melingkar ditubuhku.
Sapaan selamat pagi membuka hariku denganmu.
Yah, ini hari pertama kita bersama.
Sekarang kau penghuni tetap dipembaringanku.
Sesuatu yang tak terlewatkan.
Mulai saat ini.
Aku resmi menjadi kokimu.
Aku siap memasak untukmu sepanjang hidupku.
Aku siap memasak ribuan telur dadar kesukaanmu.
Mungkin kebiasaanmu itu akan diturunkan pada anak kita kelak.
Aku mencintaimu selamanya.



Jakarta, 2011

Rabu, 05 Oktober 2011

Jangan Buat Aku Mengerti

Aku baca. Lagi dan lagi.
Ada namanya digaris rumahmu.
Sejenak mencoba acuh.
Namun, siapa dia?
Diakah orangnya?
Dadaku tersengal-sengal.
Mencoba menahan amarah.
yang akan berontak.
Mungkin dengan memakimu.
Bisa mengurangi amarah yang berkecamuk.
Kau selalu menyangkal semua tentang kita.
Ya, tentang aku dan kau.
Tak perlu kau buat aku mengerti.
Tak perlu kau jelaskan dengan ribuan kata.
Aku tahu.
Ini sudah saatnya.

Diskalkulia



Sejak duduk dibangku sekolah hingga sekarang, saya mengalami kesulitan dalam hal berhitung. Saya sangat frustasi jika melihat angka-angka dan simbol matematika lainnya. Sampai saat ini saya masih sulit membedakan > atau <. Pada awalnya, saya pikir ini karena saya tidak menyukai pelajaran  matematika. Bahkan terkadang saya berpikir kalau saya bodoh. Tapi dalam mata pelajaran lainnya, nilai-nilai saya stabil atau bahkan bisa lebih. Namun, setiap pelajaran matematika selalu dapat nilai rendah.

Sekarang semenjak saya bekerja, kesulitan berhitung ini sangat mengganggu. Saya mencoba googling. Dan mendapatkan hasil seperti dibawah ini :

DISKALKULIA

Kesulitan dalam memahami konsep matematika. Diskalkulia terjadi ketika seseorang tidak mampu memahami konsep-konsep hitung atau mengenali simbol-simbol aritmatika (tambah, kurang, bagi, kali, akar).

PENYEBAB DISKALKULIA

Diskalkulia disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya tidak dapt mengamati nomor dan matematika secara keselurahan. Masalah lain adalah dalam aspek penyusunan. Masalah yang disebabkan fungsi fisiologis tubuh :
  • Diskalkulia berkorelasi dengan luka pada area spesifik otak yaitu supramarginal dan angular gyri yang menjembatani lobus temporal dan parietal pada kulit otak.
  • Diskalkulia berkorelasi dengan deficit pada kemampuan memori jangka pendek.
  • Seseorang dengan gejala diskulia berkecenderungan untuk memiliki anggota keluarga dengan gejala yang sama.


CIRI-CIRI PENDERITA DISKALKULIA
  1. Kesulitan mengenal konsep nilai, jumlah, urutan, angka, pembagian, perkalian, simbol-simbol aritmatika lainnya.
  2. Tidak bisa memperkirakan ukuran atau jarak.
  3. Ketidakmampuan membedakan kanan-kiri dan arah mata angin.
  4. Kesulitan dalam pengertian pembagian (1/2, 1/8, 1/16)
  5. Tidak mampu mengurutkan informasi yang ada.
  6. Tidak bisa membaca urutan angka dan membalik kata ketika diulang.
  7. Tidak bisa menghitung uang kembalian dan matematika sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Kesulitan membaca jam, waktu dan tidak mengerti perhitungan hari, minggu, bulan dan tahun.
Diskalkulia adalah kondisi yang dibawa sejak lahir, dan diduga diturunkan dalam sejumlah kasus.

Beberapa ciri-ciri diatas saya alami sendiri sampai saat ini. Yah, dan itu sangat mengganggu. Apalagi dalam masalah pekerjaan.

# Day 6 #TamanKanakKanak

Anak itu duduk disudut ruangan.
Menyandarkan dagunya diatas lutut.
Badannya gemetar.
Terdengar isak dari bibirnya.
Isak yang terdengar sangat menyayat.
Ya, masa kanak-kanaknya dirampas.
Dia dipaksa untuk dewasa segera diumur yang
masih sangat dini.
Semakin erat memeluk lututnya yang gemetaran.
Bahu terguncang hebat.
Air mata yang jatuh bersusulan tanpa henti.
Tubuhnya semakin membentuk lingkaran.
Tanpa ada seorangpun yang menenangkannya.
Dia sendiri.
Ya, sendiri menghadapi kerasnya kehidupan diluar sana.

Selasa, 04 Oktober 2011

# Day 5 #Hilang

Pada saat itu, ramai diberitakan sebuah kecelakaan yang menimpa seorang ibu dan anaknya. Dibilangan jalan Timah, Jakarta Pusat. Ya, tepat beberapa hari menjelang perayaan idul fitri tahun 1993. Seorang ibu terseret dari sebuah metromini termasuk anaknya yang berusia tiga tahun terlempar dari pelukannya. Padahal jarak dengan rumah sudah dekat. Sang ibu terluka dibagian kepala. Mungkin sangat parah. Anaknya terluka dibagian kaki kiri. Sebelumnya, sang adik dari ibu itu sudah memiliki firasat. Dia sudah melarang sang kaka pergi kerumah suaminya. Namun dalam hati sang ibu, dia tidak mau menghapus sosok ayah dari anak-anaknya.

Dengan segera warga setempat membawa ibu dan anak itu ke RS yang masih dibilangan Jakarta Pusat. Saat dilarikan ke RS, sang ibu masih tersadar. Selama dua hari beliau menjalani perawatan. Namun, nasib malang. Tiga hari sebelum perayaan idul fitri, sang ibu dipanggil ke pelukan yang Maha Kuasa, Maha Abadi. Sang anak belum mengerti arti kehilangan karena usianya yang dini. Dia hanya melihat sang ibu sudah terbujur kaku. Tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dikemudian hari. Tanpa tahu bahwa dia akan kehilangan lentera hidup selamanya. Tanpa harus tahu perjuangan yang akan dia hadapi disaat dewasa kelak.

Sang anak hanya tahu dan diberitahu oleh orang dewasa disekitarnya, bahwa sang ibu sedang pergi kerumah Tuhan. Tanpa tahu kapan dia akan kembali. Tidak ada air mata yang tumpah. Tidak ada rasa kehilangan pada saat itu. Dia hanya tahu bahwa Tuhan lebih menyayangi ibunya. Kata orang, orang baik selalu disayang oleh Tuhan.

Sekarang, kehilangan itu baru terasa. Perjuangan yang harus dilalui tanpa dekapan sang ibu. Sangat berat. Rindu. Saat-saat beradu argumen tentang yang benar dan yang salah. Rindu. Saling menjaga dikala sakit. Rindu. Mencium bau harum ibu. Rindu. Tatapan hangat dari ibu. Rindu itu semakin membuncah bu. Memaksa ingin dikeluarkan. Entah bagaimana caranya. Dia berontak. Meronta-ronta dalam jiwa. Rasanya sangat menyesakkan. Kehilanganmu ternyata sangat berdampak besar dalam hidupku selama ini.

Tapi semoga ibu baik-baik disana. Aku Sayang Ibu. Sampai kapanpun.

Senin, 03 Oktober 2011

Twenty One (Not A Cinema)




Bu, sudah puluhan ribu hari atau mungkin ratusan ribu hari aku lalui tanpamu. Yah, sekarang aku genap dua puluh satu tahun. Hari ini. Perjalanan sebelum sampainya aku di angka ini terasa sangat berat. Apalagi harus aku lalui tanpamu. Sebenarnya banyak yang ingin aku bagi dengan ibu. Bahagiaku saat ini. Ingin merayakan hari jadiku denganmu. Pergi berbelanja. Makan siang bersama. Berpelukan. Bertawa bersama. Curhatku tentang seorang pria. Nasihat-nasihatmu.

Tapi sayang, itu semua tidak bisa aku lakukan. Ibu sudah pergi belasan tahun yang lalu. Karena Tuhan sangat sayang dengan ibu. Bahkan, aku tidak ingat seperti apa wajah ibu. Satu-satunya foto ibu yang tertinggal pun hilang bersamaan dengan dompetku. Saat itu aku mengutuk diriku. Betapa bodohnya sampai aku kehilangan dompet. Bukan masalah jumlah uang didalamnya. Tapi ada foto ibu didalam dompet itu. Ah, sudahlah. Yang perlu ibu tahu, aku selalu selalu selalu rindu dengan ibu.

Aku nyaris gila bu. Aku nyaris gila menghadapi semua tekanan ini. Batinku bergejolak hebat bu. Aku berpikir, mungkin ibu yang bisa menenangkannya. Dengan sebuah pelukan hangat. Aku mohon bu, tetap ada didalam hatiku sampai kapanpun. Karena hanya ibu yang bisa membuat aku tetap berpijak ditanah dan berpikir waras.

Aku sayang Ibu.

 

# Day 4 #Timeline

Hari itu dengan resmi kamu memiliki sebuah akun twitter. Aku tersenyum dikala kamu mencoba mention aku dengan pertanyaan, "Bagaimana cara menggunakannya? Aku gak ngerti". Perlahan, aku mencoba menjelaskan padamu. Namun, kamu masih juga tidak mengerti. Kamu sudah terbiasa menggunakan media sosial milik tetangga sebelah. Sebenarnya saat kamu memiliki akun itu, aku jingkrak-jingkrakkan. Saking gembiranya. Kenapa? Karena aku pikir, kita akan mendapat satu tempat yang lebih private. Lebih personal. Hanya aku dan kamu yang berbalas mention.

Sejak hari pertama kamu punya akun, aku tidak pernah absen merefresh timeline-mu. Berharap akan ada postingan baru tentang aku. Namun, belum genap satu bulan usia akunmu itu. Kamu jarang atau bahkan tidak pernah hadir lagi ditimeline ku. Yah, saat itu aku memutuskan untuk menjauh darimu. Karena aku sudah sangat tahu apa posisiku dalam hidupmu. Bulan berikutnya aku jalani dengan gelisah. Aku berusaha menahan jari-jariku untuk tidak mengirim pesan ada bentuk apapun terhadap kamu. Semua kegiatan yang mengingatkan aku padamu, aku stop. Aku tidak melakukannya lagi. Mungkin dengan itu aku bisa melupakan kamu.

Namun, sekarang kamu mencoba menyapaku kembali. Dan kali ini kamu mengatakan rindu padaku. Yah, aku juga rindu. Tapi sekarang aku coba jaga rinduku itu agar tidak membuncah keluar dengan paksa. Aku tahan segala rasa. Agar kita kembali berkomunikasi tanpa ada perasaan saling menyakiti. Dan aku harus bunuh paksa rasaku padamu. Sampai kelak ada seseorang yang bisa membangkitkan kembali gairahku dalam bercinta.

# Day 3 #Perkenalan

Bang @hurufkecil kenapa tema yang ketiga ini tentang perkenalan? Gue harus sortir memori kenangan gue satu-satu. Heemmm... *mikir*...*telunjuk dijidat*

Okeh. Ini kisahnya.
Ehem! Uhuk! Uhuk! #abaikan

Hari itu aku memberanikan diri untuk mengirimkan pesan singkat. Tidak berselang lama, kamu membalas pesanku. Yah, kami saling kenal didunia maya. Berawal dari saling mengomentari atau saling mengirim pesan dinding. Lalu berlanjut ke pesan singkat dan telepon. Aku dan kamu masing-masing sedang mengalami kegagalan cinta. Karena satu latar belakang itu lah kami semakin dekat. Semakin intens infotaiment berkomunikasi.

Aku selalu menunggu ucapan selamat pagi darimu. Menyemangatiku menjalani hari. Benar-benar saat yang indah. Sejenak bisa melupakan sakit hati yang sedang aku rasakan. Dua, tiga bulan berlalu. Aku semakin merasa ketergantungan dengan kamu. Jika kamu telat membalas pesanku, aku selalu mengirim ulang pesan yang ku kirim sebelumnya. Takut jika kamu tidak menerima pesanku. Menjelang setengah tahun kami saling mengenal. Aku merasa ada yang salah dengan diriku. Dadaku sesak jika melihat kamu berbalas pesan dengan wanita lain. Rasanya ingin memuntahkan lahar panas. Tapi siapakah aku? Aku bukan siapa-siapa. Walaupun terkadang, aku merasa aku yang paling mengerti kamu. Tahu apa yang kamu suka, tidak suka, semua kebiasaan kamu, semua kegiatan kamu. Hati kecil berkata, mungkin kamu juga merasa seperti itu.

"Ah! Ya sudahlah." Aku mencoba tidak ambil pusing dengan apa yang dia rasa terhadapku. Karena aku tahu pasti. Ini tidak akan bermuara kesungai atau samudera manapun.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Bayang Nyata

Semenjak melihat foto kamu berkeliaran lagi dihomeline saya beberapa bulan yang lalu, ini pasti sebuah pertanda. Ya, kamu hidup kembali. Kali ini dalam sosok yang lebih nyata. Sosok yang menuntut sebuah perjalanan cinta yang baru. Tanpa tanding aling-aling, kamu masuk dengan paksa dalam gulungan film hidup saya. Untuk kedua kalinya.

Memori saya kembali pada tiga atau empat tahun yang lalu -tidak ingat pastinya- bersama kamu. Saya masih sangat belia waktu itu. Tapi tidak untuk kamu. Yah, kamu dilahirkan lima tahun lebih dulu daripada saya. Tapi itu tidak menghalangi rajutan yang kita mulai pada 2007 silam. Saya masih ingat tanggal itu. Sampai sekarang saya masih menggunakannya. Tapi itu malah menjadi boomerang untuk diri saya. Karena kamu ingat juga dengan angka itu. Entah ini adalah jodoh yang tertunda atau bukan. Tapi pada dasarnya, saya tidak mau dikecewakan lagi (dan lagi). Bukankah tiga atau empat tahun yang lalu sudah cukup menjadi pelajaran hidup? Alasan bagaimana rajutan itu kandas ditahun ketiga. Entah saya harus berbuat apa untuk menghadapi kamu saat ini. Ketika kamu todong saya untuk bertemu kembali dipertengahan bulan ini. Setelah tiga tahun berlalu. Siapkah saya? Entahlah. Sampai saat ini pun saya masih mempertanyakannya. Dan tetap tidak menemukan jawaban sama sekali.

Kali ini kamu berhasil membuat saya bimbang. Antara pilihan kanan atau kiri yang harus saya ambil. Atau mungkin saya pilih untuk lurus menatap kedepan. Tanpa harus memperdulikan yang sudah terlewatkan dibelakang saya?

Jumat, 30 September 2011

#Day 2 #MalamMinggu

Tema kali ini mengingatkan gue akan sebuah lagu.

Nih liriknya.

Malam minggu malam yang panjang
Malam yang asyik buat pacaran
Pacar baru, baru kenalan
Kenal di jalan Jenderal Sudirman

Singkat kata singkat cerita
Aku dan dia jatuh cinta
Cinta yang dalam sedalam laut
Laut meluap cintapun hanyut

Jatuh cinta ayo ta
Tahan lama ayo ma
Mati aku ayo ku
Kurang bumbu
Bumbu rindu ayo du
Duduk berdua denganmu

Mari pacaran sayangku
Mari pacaran pacarku
Cinta ketemu cinta
Panas membara sedap betul
Rindu ketemu rindu
Tegangan tinggi, tinggi sekali


Tau? Tau? Ini lagu Jamal Mirdad dan Dapur 61 judulnya Sedap Betul.

Kenapa gue pilih lagu ini jadi theme song? Karena biasanya malam minggu identik dengan WAKUNCAR a.k.a WAktu KUNjung PaCAR. Yang punya pacar sih sepertinya asik-asik aja. Nah! Yang gak punya pacar ini. Gimana ya nasib mereka pas malam minggu.

Sering baca dihomeline account FB gue Okta Andromeda banyak yang update status dikala malam minggu menjelang. Kira-kira dari jam dua atau yang tiga sabtu siang udah pada muncul dihomeline gue. Lucu-lucu statusnya.

Nih coba baca sendiri.

"Mandi dulu ah biar ganteng. Mau malming nih" <<---- kesimpulannya, kalo gak mandi gak ganteng.
"Enaknya malming kemana ya?" <<---- Yang ngetrend sekarang. ABABIL.
"Dinner with my bebeb" <<---- Padahal cuma makan dipinggir jalan. Ck! Kasian.

Ada lagi nih.

"Pergilah bersamanya disana, dengan dia yang ada segalanya" <<---- sakit hati tingkat dewa.
"Malam minggu sendiri. F***" <<---- yang ini tidak baik. SENSOR! Jangan dicontoh ya.


Baca ini yah bikin ketawa tapi yang ada malah kasian. Mereka seperti nyiksa diri mereka sendiri. Malam minggu kan gak harus dengan pacar, gak harus pacaran, gak harus pergi keluar dengan -sekali lagi- pacar. Masih banyak kok yang bisa dilakukan di malam minggu. Contohnya, baca, nulis, googling, atau kongkow-kongkow sama temen-temen.

Malam minggu gak ada pacar bukan berarti kiamat kan?

# Day 1st #First Kiss

Coba-coba ikut permainan yang dibuat oleh @hurufkecil yaitu #15harimenulisdiblog. Pas tau tema pertamanya adalah "Ciuman Pertama" gue langsung tutup muka. Tema yang lumayan susah nih.


Tapi let me try.



Heemmm....First kiss. Yang terlintas di otak gue pertama kali adalah first kiss itu so sweet. Dan yang terpenting gak boleh dilakukan dengan sembarangan orang. Harus dengan orang yang terpilih. Orang yang sudah dipilih dengan hati yang waras. Tanpa paksaan. Karena bagi sebagian perempuan itu adalah moment yang heemmm... apa yak namanya. Special, maybe. Dan akan terus dikenang selama hidupnya.

Ciuman pertama disini bukan hanya di -ma'af- bibir saja. Bisa di kening. Di pipi. Kepala. Itu lebih menunjukkan kasih sayang. Entah kenapa gue lebih suka melihat pria yang menunjukkan kasih sayangnya dengan tidak berlebihan. Membuat perempuan merasa dilindungi. Memang harus seperti itu kan?


Mewaahhh!!! -Kiss dari gue- *semoga gak muntah*

Sabtu, 24 September 2011

Si Koboi dan Kaktus Hijau

Ini liriknya ...


Lie to me, say that you need me
That's what I wanna hear
That is what, what makes me happy
Hoping you'll be near
All this time, how could I know
Within these walls, I can feel you

Another day goes by, will never know just wonder why
You made me feel good, made me smile
I see it now, and I, can say it's gone
That would be a lie
Cannot control this, this thing called love

You must think, how can this be
You don't really know me
I can't tell, this ain't the time
You'll never be mine
What can I say, something 'bout my life
I just lost again

Another day goes by, will never know just wonder why
You made me feel good, made me smile
I see it now, and I, can say it's gone
That would be a lie
Cannot control this, this thing called love

Always have to move on,
To leave it all behind
Go along with time

Another day goes by, will never know just wonder why
You made me feel good, made me smile
I see it now, and I, can say it's gone
That would be a lie
Cannot control this, this thing called love

Tahu lagunya? Yups! Lene Marlin - Another Day. Saya sering dengar lagu ini diputar diradio tapi enggak pernah bosen. Saya coba cari official videonya. Dan saya jatuh cinta dengan konsepnya. Anak sekitar umur 10 tahun yang jadi model video klipnya. Ekspresinya dapet banget. Selalu makceesss kalo liat videonya.

For this video, you can check this --->>> Lene Marlin - Another Day Official Video

Yuukk mareee kakaaa...


Salam Super!!!
Mewah!!!

Jumat, 23 September 2011

#JengJengJeng

huft! huft! huuuffftt! *ambil kemoceng* uhuk! uhuk! *debunya buanyak*
Hai! Heemmm, udah  berapa lama ya gak ngeblog? *itung jari* hampir dua bulan aja gitu. Hahaha!!! :D
Okeh. Sekarang maree kita ngeblog!
Here we go!

Beberapa hari yang lalu saya sedang keranjingan dengan sketch book dan drawingpen. Yups! Saya sedang belajar menggambar. Itu pun masih niru gambar yang saya gooling di Mbah Google. Jari berasa kaku banget.
Yah, saya buka kartu aja lah. Saya gak ada basic gambar sama sekali. Dulu jamannya sekolah paling bisa gambar ini.


Iya. Saya tahu. Gambarnya emang enggak banggetz gitu loh. Tapi itu memang gambar andalan saya sewaktu masih sekolah dulu. Sampai SMP saya masih suka menggambar seperti itu. *buka aib* 
Sekarang saya mencoba menggambar yang agak "ahli". Kalo diliat dari kualitas gambar sebenarnya masih jauh dari kata "ahli" tapi coba lihat gambar-gambar ini.



Agak "ahli" kan? Muehehehe. Next draw, i will post it. I promise.


Salam Genit,
Mewah!!! 

Selasa, 02 Agustus 2011

Lost In...

Akhirnya... Saat itu tiba. Sudah berjalan hampir heemm, dua atau tiga minggu lamanya. Tapi seperti berabad-abad. Berlebihan? Yah, mungkin. Karena saya tidak pandai merangkai kata indah untuk "dia". Hanya kata-kata atau kalimat sederhana yang bisa saya ungkapkan. Atau bahkan tidak ada satu katapun yang tersembur dari mulut saya. Teman saya berucap, "belajarlah ilmu ikhlas. dengan begitu kamu akan belajar melepaskan tanpa kehilangan apapun" Yah, saya tidak kehilangan apapun. Hanya saja... Ah, bahkan saya tidak bisa mendefinisikannya.

Kamis, 14 Juli 2011

(-____-")

Tak terbayangkan rasa sakitnya. Sudah terulang untuk kesekian kalinya. Namun, apakah kali ini sudah tiba waktuny? Dimana ketika hati harus berhenti. Ketika harus menyerah pada keadaan. Ketika harus berhenti meyakinkan hati. Yah, biarlah saya larut dalam dunia saya saat ini. Mencoba percaya bahwa "semua akan indah pada waktunya" -walau harapan mulai terkikis perlahan- seperti katamu.

Kamis, 07 Juli 2011

Chapter One

            18 Juli 2010
Sedang mengalami tekanan pekerjaan yang luar biasa. Mencoba membuka jejaring social yang sedang trend itu. Menemukan satu nama. Kirim pesan wall. Ternyata dibalas. Berlanjut dengan telepon dan pesan singkat.

            20 Juli 2010
Belum ada perasaan apa-apa. Pertemanan jalan seperti biasa.  Pesan singkat yang dia kirim gak banyak kata. Kadang hanya sapaan atau bahkan ejekan. Tapi entah kenapa saya selalu tersenyum membacanya.

            03 Oktober 2010
Kami sedang berkirim picture message dan pesan singkat. Heemmm, mungkin  lebih dari jam 12 malam. Saya langsung terduduk ketika membaca pesan singkat yang dia kirim. He’s send me happy birthday words. Nice J I like it. Hahaha!

            12 Oktober 2010
Saya resign dari kantor saya yang lama. Heemmm, karena ada sesuatu hal. Dan dia yang temani dan bantu saya untuk menyelesaikan “sesuatu hal” itu. Mulai ada perasaan rumit yang saya alami. Tapi masih tidak yakin. Past is rewind.

            30 Oktober 2010
Saat pertama kita saling sapa didepan ponsel masing2, saya tahu dia sedang trauma akan heemmm, cinta? Yah, mungkin itu istilah yang sering dipakai orang. Awalnya, saya hanya ingin menghibur sebagai teman. Tapi……

            01 November 2010
Hampir dua minggu yang lalu saya pergi dari rumah. Dan tinggal dirumah tante. Ini hari pertama saya bekerja ditempat baru. Dia selalu menyemangati saya. Apapun kondisi saya. I appreciate that. Tapi bayangan itu masih ada. Bahkan lebih nyata.


To be continue.......

My Rute Biking


Lihat Peta Lebih Besar

Ini adalah rute biking gue mulai dari hari selasa kemarin. 11.1 km aja yang gue tempuh tiap harinya (itu sekali jalan ya) belum baliknya. Sayang, gak ada temen untuk diajak gowes bareng. Kalo ada pasti seru banget.

Rabu, 27 April 2011

Already Gone

Remember all the things we wanted
Now all our memories, they're haunted
We were always meant to say goodbye
Even without fists held high, yeah
Never would have worked out right, yeah
We were never meant for do or die


I didn't want us to burn out
I didn't come here to hurt you now
I can't stop


I want you to know
That it doesn't matter
Where we take this road
Someone's gotta go
And I want you to know
You couldn't have loved me better
But I want you to move on
So I'm already gone


Looking at you makes it harder
But I know that you'll find another
That doesn't always make you wanna cry
Started with a perfect kiss
Then we could feel the poison set in
Perfect couldn't keep this love alive


You know that I love you so
I love you enough to let you go
  want you to know
That it doesn't matter
Where we take this road
Someone's gotta go
And I want you to know
You couldn't have loved me better
But I want you to move on
So I'm already gone


I'm already gone
I'm already gone
You can't make it feel right
When you know that it's wrong
I'm already gone
Already gone
There's no moving on
So I'm already gone


Already gone, already gone, already gone, Oooo, oh
Already gone, already gone, already gone, yeah


Remember all the things we wanted
Now all our memories, they're haunted
We were always meant to say goodbye


I want you to know
That it doesn't matter
Where we take this road
Someone's gotta go
And I want you to know
You couldn't have loved me better
But I want you to move on
So I'm already gone


I'm already gone
I'm already gone
You can't make it feel right
When you know that it's wrong
I'm already gone
Already gone
There's no moving on
So I'm already gone...

So i'm already gone, boy!
See ya in the next life.
Whenever you and me want to. 

Rabu, 13 April 2011

Delete, please?

Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu

Sebait lirik dari band kenamaan di Indonesia
Simpel tapi mudah dicerna
Dan sangat mengena

Sebuah Nama, Ibu

Hari ini saya menbaca sebuah catatan elektrik seorang teman lama. Teman yang saya kenal dimasa kecil saya. Sedikit banyak, saya mengetahui kehidupannya. Dia tinggal bersama sang Ibu dan kakak laki-lakinya. Mereka hanya tinggal bertiga disebuah rumah sederhana. Saya tidak tahu tentang Ayahnya. Saya tidak pernah bertanya kemana Ayahnya atau tinggal dimana sekarang beliau. Saya takut membuka luka lamanya. Mungkin hanya dia yang tahu.

Tapi saya selalu kagum dengan kebersamaan Ibu dan anak ini. Mereka selalu mengungkapkan kasih sayang dengan berbagai cara dan dimana saja. Dengan berpelukan atau bahkan dengan kata simpel 'Kangen'. Mereka tidak canggung saat mengungkapkannya. Bahkan terkadang saya iri. Namun, beberapa bulan yang lalu sang Ibu berpulang ke rumah Tuhan. Rumah yang abadi.

Saya ingin seperti dia yang dengan mudahnya mengungkapkan kasih sayang pada orang yang kita cinta tanpa rasa canggung atau malu. Salah satunya kepada Ibu. Saya hanya merasakan tiga tahun bersama Ibu. Karena pada tahun 1993, Ibu berpulang kepelukan Tuhan. Mungkin saya juga lupa bagaimana wajah Ibu saya. Tapi saya tidak akan lupa dengan perjuangan Ibu demi saya dan adik saya. Bagaimana dia berusaha menghidupi kami dengan cara menjual baju. Dengan menggulung kertas kopi yang dihargai lima rupiah saat itu. Itu yang saya tahu dari tante saya. Masa-masa sulit karena Ayah meninggalkan Ibu dalam kondisi hamil 3 bulan saat mengandung adik saya. Dan Ayah datang saat Ibu sudah kaku. Betapa mirisnya kenyataan itu. Tetapi harus tetap ditelan paksa. Karena saya adalah bagian dari masa lalu itu. Saya pernah menganggap ini tidak adil. Karena dengan perginya Ibu. Saya sendiri.

Saya tidak tahu cara mendiskripsikan seorang Ibu. Karena waktu saya dengan Ibu terlalu singkat. Tapi yang saya dengar, Ibu adalah seorang pejuang yang kuat. Melindungi keluarga kecilnya dengan segala kemampuan yang dia miliki. Ibu siap jika harus jadi Ayah sekaligus untuk anak-anaknya. Peranan yang mungkin sulit dijalani oleh orang lain.

Ibu. Orang yang memeluk anaknya setiap menjelang tidur. Dengan membisikkan kata-kata mujarab saat anaknya takut gelap. Ibu bisa berkerja 24 jam untuk menjaga anaknya, layaknya apotik atau rumah sakit. Dan hebatnya tanpa mengharapkan bayaran sedikitpun. Ibu bisa menahan segala keinginannya, agar anaknya bisa bersekolah sampai tingkat yang paling tinggi. Ibu tidak pernah lelah menjawab pertanyaan anaknya, dikala anak ingin tahu segala hal. Ibu tidak pernah mengeluh.

Sangat luar biasa peran Ibu dalam kehidupan. Walaupun waktu saya dan Ibu terlalu singkat. Namun, saya bangga lahir dari rahimnya. Dan menjadi anaknya.

Tuhan, jaga Ibu saya. Berikan dia tempat yang mulia disisi-Mu. Tolong sampaikan padanya, bahwa saya sayang dan rindu padanya selalu. Dalam hati ini, hanya ada nama Ibu.

Love you mom. Big hugs and kisses for you. See you next time.

Kamis, 31 Maret 2011

Sunset

 I remember the day you first told me that
I was the man that had your heart
From that day forth I knew that nothing would
Ever come and tear us apart

So then people try to warn me about you
Said that I should never trust you
But so stupid so me I didn't listen then
I let myself go fall in love with you

(What happened to us)
You were supposed to be my future
Brought the ring and had to take it right back
(Were you really in love)
Or was I just a game to prove to yourself
You could get me (yeah)

You're more beautiful than anything in this world
More precious than the rarest diamond or pearl
And even though we didn't work out together
You're still my sunset-set-set-set
And I know that you and I are two worlds apart
But you'll always be the one to have my heart
I'm gonna love you for now and forever
Cause you're my sunset-set-set-set-set

Your innocent smile used to drive me wild
Even though you ain't innocent at all
And now I feel so stupid cause I'm the only man
That ever loved you even with all your flaws
Even your best friend questioned why
I still would be with you after knowing your past
But what she didn't understand is knowing your past is why I thought we could last

(What happened to us)
We had something special but
Was I not good enough for you
(Were you really in love)
Can't show mine was fine
Cause without trying i still ended up hurting you (and I'm sorry)

You're more beautiful than anything in this world
More precious than the rarest diamond or pearl
And even though we didn't work out together
You're still my sunset-set-set-set-set-set
And I know that you and I are two worlds apart
But you'll always be the one to have my heart
I'm gonna love you baby now and forever
Cause you're my sunset-set-set-set-set-set

Maybe one day we'll end up talking again
Maybe one day we'll go back to being just friends
Promise to love you baby till my life ends
Cause you're my sunset-set-set-set-set

No matter what happened between me and you
I'll always be the man that you could run to
I loved you then I love you now and forever
Cause you're my sunset-set-set-set-set-set

Amazing Headache Today!

Masya alloh! Sakit banget nih kepala. Kenapa ya? Baru kali ini ngaalamin migran kayak gini. Luar biasa! Coba untuk ditahan, tapi tetep sakit banget. Ditidurin juga gak ilang. Malah makin sakit. Apa ada hubungannya sama rambut gue yang rontok? Ah, tapi masa iya. Gue aja masih gak tau kenapa rambut gue rontok banyak. Heemmm, tapi sempet baca artikel juga sih. Katanya kalo rambut banyak yang rontok, ada gangguan dengan ginjal. Heemmm, gue juga ngerasain sedikit sih ada masalah sama ginjal gue. Tapi..... Ah, mudah-mudahan baik-baik aja. Pray to myself. *Silent*

Jumat, 18 Maret 2011

Trauma?

 - Wait For You by Elliot Yamin -

I never felt nothing in the world like this before
Now I'm missing you
& I'm wishing that you would come back through my door
Why did you have to go? You could have let me know
So now I'm all alone,
Girl you could have stayed
but you wouldn't give me a chance
With you not around it's a little bit more then I can stand
And all my tears they keep running down my face
Why did you turn away?
[Bridge]

So why does your pride make you run and hide?

Are you that afraid of me?
But I know it's a lie what you keep inside
This is not how you want it to be
[Chorus]

So baby I will wait for you

Cause I don't know what else I can do
Don't tell me I ran out of time
If it takes the rest of my life

Baby I will wait for you

If you think I'm fine it just ain't true
I really need you in my life
No matter what I have to do I'll wait for you
[Verse 2]

It's been a long time since you called me

(How could you forget about me)
You got me feeling crazy (crazy)
How can you walk away,
Everything stays the same
I just can't do it baby
What will it take to make you come back
Girl I told you what it is & it just ain't like that
Why can't you look at me, your still in love with me
Don't leave me crying.
[Bridge]

Baby why can't we just start over again

Get it back to the way it was
If you give me a chance I can love you right
But your telling me it wont be enough
[Chorus]

So baby I will wait for you

Cause I don't know what else I can do
Don't tell me I ran out of time
If it takes the rest of my life

Baby I will wait for you

If you think I'm fine it just ain't true
I really need you in my life
No matter what I have to do I'll wait for you
[Bridge]

So why does you pride make you run & hide

Are you that afraid of me?
But I know it's a lie what your keeping inside
Thats not how you want it to be

Baby I will wait for you

Baby I will wait for you
If it's the last thing I do
[Chorus]

Baby I will wait for you

Cause I don't know what else I can do
Don't tell me I ran out of time
If it takes the rest of my life

Baby I will wait for you

If you think I'm fine it just ain't true
I really need you in my life
No matter what I have to do I'll wait for you

I'll Be Waiting.






Dulu pernah gak mau denger lagu ini lagi. Hampir 2 tahun ini, baru berani denger lagu ini. Heemmm, dibilang trauma? Gak juga sih. Emang belum berani aja dengernya setelah kejadian hampir 2 tahun yang lalu. Agak takut dengan liriknya. Takut kalo terjadi lagi dimasa yang sekarang. Dan terbukti, terjadi lagi sama gue. Cinta sama orang yang belum pernah sama sekali gue liat mukanya. Hanya sebatas suara. Udah 2 kali terjadi. Tapi untungnya yang kemarin, gue cepet sadar. Dan lebih milih mundur. Kalo yang pertama, malah udah ngejalanin 4 tahun yang menurut gue sia-sia. Buang-buang waktu dan tenaga. Padahal belum tentu disana dia juga mikirin gue.
Tapi gue menikmati semua. Rasa senangnya. Deg degan nya. Manjanya. Sampai rasa sakitnya yang luar biasa. Because it's a part of my life, before i meet with the right person in my life. But hopefully, this is the right person to me. Amin.
Itu hanya sebuah lagu yang punya kenangan yang sangat dalam buat gue. But, it's still just a song now. And i hear that song everyday. Karena sekarang gue sudah bisa mengendalikan rasa emosional dalam diri gue.

Rabu, 16 Maret 2011

I Swear I Will

Ternyata berada di ketinggian dan melihat lampu kota membuat hal itu muncul lagi.
Ah, gw pengen jatuh cinta lagi.
Kota ini, tempat ini, angin ini, aroma ini, emang membawa sugesti romantis.
Atau emang karena gw pernah melakukan ini? Pengalaman ini? Cerita ini di suatu hari di masa lalu?
Ah, mungkin aja.
Pernah nggak sih lo nyesel jatuh cinta?
Gw sih nggak ya.
Gw mensyukuri setiap saat gw jatuh cinta,
setiap cerita yang terjadi,
setiap orang yang terlibat,
setiap pengorbanan yang dilakukan,
setiap kata kata, energi, rasa yang terluapkan.
Dan di tempat ini, membuat energi ingin jatuh cinta membuncah dengan sangat.
Gw akan jatuh cinta lagi! I swear I will! Dan peduli setan dengan rasa sakit yang bakal ditimbulkan.
Gw nggak peduli dengan bertepuk sebelah tangan,
gw nggak akan peduli dengan diselingkuhin,
ge nggak peduli kalo gw ditinggalkan,
gw nggak peduli kalo tiba2 orang yang gw sayang berubah pikiran,
gw nggak peduli.
Saat gw jatuh cinta, saat gw sayang, I WILL LOOOOOOVE to the max!
No pain can bring me down.
And even if I fall and fail and brokenhearted,
I'll get up.
I'll get up and Loooooove again!


*FA

Hati ke Hati

Hari ini gue lagi buka-buka daftar temen gue di FB. Dan gue berhenti pada nama Farid Ardian. Dia seorang announcer disebuah radio di Jakarta dan salah satu karyawan disebuah pertelevisian. Gak nyangka, apa yang dia tulis dalam note-nya itu beberapa ada yang mengena sama gue. Salah satunya adalah ini.

Maaf.
Untuk apa?
Aku mungkin menyakitimu.
Sedikit. Tapi kenapa harus minta maaf?
Kau memintaku jadi pacarmu. Dan aku bilang tidak.
Terus kenapa minta maaf?
Tidakkah kau terluka? Akan penolakanku?
Aku tidak mau kau minta maaf. Kau tidak salah.
Tapi aku membuatmu sedih.
Resiko.
Tapi aku tetap merasa perlu meminta maaf.
Tak perlu. Aku memilih menikmati rasa ini.
Mengapa?
Karena ini indah. Karena kamu indah. Seandainya kamu tau apa artinya kamu.
Apa?
Kau justru yang membuat hati ini hangat. Jadi janganlah meminta maaf.
Jadi aku harus bagaimana?
Tak pernah sedetikpun ku menyesal pernah merasakan ini. Dan tidak sekatapun aku menyesal mengatakan sayang padamu. Tak perlu minta maaf. Nikmatilah.


Mungkin benar, bahwa cinta tidak perlu meminta ma'af. Just enjoy it even it's hurt for you. Because love it's amazing thing.

Jumat, 04 Maret 2011

A Big Big Big Surprice From You Kang!!!

Semalam si kakang jemput gue dikantor. Terus ngajakin makan ikan bakar deket rumah. Gue pikir langsung makan. Gak taunya dia mau tukar motor dulu. Ya udah, gue pulang dulu kerumah terus mandi. Dirumah masak, jadi mau gak mau gue makan. Tapi dikit. Bener deh. Sampai jam setengah sepuluh malam, si kakang gak datang-datang juga. Ah, gak jadi nih. Batin gue. Handphone gue getar. Sms dari si kakang.
"Jadi ga? Kalo jadi gue mau jemput lo nih"
"Ya udah kesini aja. Tar kalo udah sampe sms gue"
send........
10 Menit kemudian....
"Gue udah sampe nih" 
"Iya, tunggu bentar"
send...........
Si kakang nunggu depan gang rumah. Berangkatlah kita makan ikan bakar. Eh, gak taunya disana ketemu sama temen SMP gue juga. Gue ngeliat si kakang masih bawa tas yang tadi dia pake pas jemput gue dikantor. "Ngapain sih bawa-bawa tas segala? Repot tau. Kaya mau pergi kemana aja"
dia cuma jawab "Gak papa. Mau bawa aja"

Selesai makan gue minta dianterin ke swalayan kecil inisial CM. Tapi tutup. Maklum udah jam setengah sebelas malam. Akhirnya cari lagi yang buka. Mulai dari AM, IM, CM semua tutup. Ada yang buka deket sekolah SMP gue. Selesai gue beli beberapa cemilan. Rupanya si kakang mau cari AM, IM atau CM yang buka lagi. Gue bilang, "Buat apa kang?"  "Beli pesenan lu, kemarin gak sempet beli di Bali. Gantinya coklat aja ya"
Gue baru inget kalo gue minta dibeliin tas, sendal, sama coklat 20 batang. Gak papa lah, biar coklat doang. Kan lumayan thu 20 batang. Hahaha. Malaknya keterlaluan. Setelah muter-muter hampir setengah jam lebih akhirnya dapet lah thu coklat. Tapi baru dibeli 10 batang. *Gak papa lagi* Hehehe. Pas diparkiran AM, si kakang buka isi tas yang dia bawa.

Didalamnya ada tas, sendal, aksesoris yang gue pesen dari dia. "Katanya gak sempet beli?" dengan mata melotot. "Hahaha, surprice lah. Bikin lu ngambek dulu". Jiah!!! Gue dikerjain sama si kakang. Gue tonjok aja pundaknya. Gue jitak kepalanya. Gue jambak rambutnya. Gue unyeng-unyeng thu jidatnya. Loh? Hahaha.
Akhirnya, gue pulang bawa gembolan gede. Tapi seneng lah. Hahaha. Au...Au...Kucing nih gue.
Hahaha. Jaga imej dikit lah.

Sampe rumah gak berenti-berenti ketawa, senyum, geleng-geleng kepala. Tenang, gue gak gila kok. Masih waras. It's a big big big surprice for me!!! Mungkin harganya gak seberapa. Tapi dari cara memberikannya yang surprice buat gue. Kata si kakang, siap-siap aja sama kejutan yang selanjutnya. Hahaha. Penasaran gue. Tar gue kasih tau lagi ya. Thu pun kalo gue udah tau kejutan apa yang mau dia kasih.

Makasih kakang!!!

Rabu, 02 Maret 2011

Membencimu

Serupa cuaca, aku mencintaimu, selalu terikat waktu.
Seperti udara, aku menyayangimu, selalu terikat ruang.
Serupa hujan, aku membencimu, sewaktu-waktu.

Jumat, 25 Februari 2011

An Object That Remind Me Of You



Bernard Bear!
Yups, si idola baru buat anak-anak ini yang mengingatkan aku tentang kamu. Si Gembul. Hehehe. Dan tertawanya yang khas juga kamu tiru untuk buat aku tersenyum. Saat melihat serial ini diputar di televisi, pada awalnya aku kurang mengerti dengan jalan ceritanya. Seperti serial Mr. Bean tapi dalam bentuk animasi. Bukan ceritanya yang aku suka. Tapi kemiripan kamu dengan si tokoh beruang ini.

Sama-sama bisa buat aku tertawa. Badan kamu yang tambun seperti beruang. Dan tingkah konyolmu saat kamu mulai bermanja dengan aku. Kadang kamu minta peluk, walaupun posisi kita jauh. Atau terkadang kita saling mengejek. Kamu ingat dengan panggilanku? Qting Ketot? Pasti kamu ingat. Karena kamu selalu menulis nama itu saat mengirimkan pesan singkat padaku. Atau sapaan hangat di beranda jejaring sosialku. Aku juga punya sebutan untukmu. Pho! Si beruang dalam kisah Kungfu Panda. Biasanya kamu tidak suka jika aku panggil dengan nama itu. Karena sekarang kamu sedang keranjingan dengan tokoh Bernard itu, aku memanggilmu dengan sebutan Bernard. Tapi kamu malah mengatai aku pesek! Betapa senangnya kamu dengan kata itu.

Aku hanya ingin kita mengingat kembali bagaimana proses kita berkenalan. Karena bagiku, sangat manis. Walaupun sekarang aku tahu. Bukan diriku yang kamu tuju. Kamu menuju sesuatu yang lebih nyata. Begitupun dengan aku. Tapi aku mencintai jejak-jejakmu dalam hati ini.

"Seperti gerimis, aku jatuh cinta perlahan-lahan. Seperti badai, aku mencintaimu sampai mati"

Kamis, 24 Februari 2011

You is 23 years old

8.395 hari, 201.480 jam, 12.088.800 menit
Kamu telah melukis perjalananmu
Senang, sedih, semangat
Aku memang bukan orang pertama
Tapi aku ingat hari ini
Hari spesial kamu
Hari dimana kamu bersenang-senang
Melupakan sejenak beban yang menggelayut dipundakmu
Melupakan sejenak rasa sakit yang pernah kamu rasa
Buka lembaran baru dalam hidupmu
Walau bukan aku yang kamu tuju
Siapapun itu, aku bahagia
Karena mencintai itu
Bahagia melihat orang yang dicintai bahagia
Selamat berbahagia wahai ilusi
Mungkin disana kamu akan terasa lebih nyata

Rabu, 23 Februari 2011

Hening

Ku tutup mata ini perlahan
Mencoba merasakan semilir angin yang berhembus lembut ditelinga
Angin yang seolah memelukku
Menenangkanku disaat gundah
Dia seakan berbisik, "Tenang,aku akan disini untuk menjagamu"
Riang hatiku, namun didalam hati aku seolah menolak
Menolak kehadiran angin yang terasa amat terburu-buru
Heemmm,biarlah ku nikmati saat-saat ini
Tanpa harus menggunakan perasaan

Menyerah

Kamu bisa buat aku tertawa
Kamu juga bisa buat aku menangis
Kamu bisa buat aku berbicara
Kamu juga bisa buat aku terdiam

Ada kalanya kamu menahan aku untuk bertahan
Namun ada kalanya kamu seakan melepasku
Sungguh, aku tak mengerti yang ada dalam pikiranmu
Mungkin memang kamu tidak nyata bagiku

Tapi rasa ini nyata!
Dapatkah kamu merasakannya juga?
Seperti aku yang selalu merasakannya
Sampai terasa sesak didada

Aku mencoba bertahan disisi kamu
Tapi rasanya, lebih baik aku pergi
Meninggalkan kamu dan rasa itu
Benar kata kamu, aku harus cari yang lebih nyata

Bisa disentuh, dirasakan, digenggam
Tak seperti kamu yang hanya sebuah ilusi
Aku mengerti, sungguh mengerti

Karena dari itu, mulai detik ini
Aku menyerah!
Menyerah akan segala tentang kamu
Mencoba melupakan dan merelakan
Mungkin itu lebih baik

Everywhere

Turn it inside out so i can see
The part of  you that's drifting over me
And when i wake you're never there
But when i sleep you're everywhere
You're Everywhere
Just tell me how i got this far
Just tell me why you're here and who you are
Cause every time i look you're never there
And every time i sleep you're always there
Cause you're everywhere to me
And when i close my eyes it's you i see
You're everything i know that makes me believe
I'm not alone
I'm not alone
I recognize the way you make feel
It's hard to think that you might not be real
I sense it now, the water's getting deep
I try to wash the pain away from me
Away from me
And when i touch your hand
It's then i understand
The beauty that's within'
It's now that we begin
You always light my way
I hope there never comes a day
No matter where i go
I always feel you so
Cause you're everywhwere to me
And when i catch my breath
It's you i breathe
You're everything i know that makes me believe
I'm not alone
You're in everyone i see
So tell me
Do you see me?