Sosok itu sedang duduk. Dengan earphone yang menyangkut di telinganya. Dia melihatku dengan kening berkerut. Ya, sekarang penampilanku berubah. Aku bukan anak sekolah yang dia pacari dulu. Sekarang aku seorang wanita yang sedang menjalani proses pendewasaan diri. Namun, dirimu tidak ada yang berubah. Kau tetap dengan tubuh tambunmu. Dan mata itu. Mata yang selalu mengawasiku dikala kita saling bercakap-cakap. Aku menyadarinya tapi tidak terlalu aku hiraukan. Ada beberapa saat, tanpa sadar aku mengeluarkan egoku. Ya, aku masih temprament seperti dulu. Kau coba melakukan kontak fisik lembut. Entah menggandeng tanganku saat berjalan atau memeluk pinggangku. Namun, itu tidak tepat untuk saat ini. Karena aku sekarang sedang bercinta dengan diriku sendiri.
Akhirnya waktu tiga jam itu segera berlalu. Saat perjalanan pulang, hanya sunyi yang kami rasakan. Wajahnya menunjukkan ekspresi yang tidak bisa tertebak. Dia jalan membelakangiku. Aku melewatkan bus yang datang. Mungkin 3 atau 4 bus yang aku acuhkan. Menunggu kata-kata pamitan dari mulutmu. Tapi kau hanya diam. Sibuk dengan earphone-mu. Entah apakah kau benar-benar mendengarkannya atau hanya sebagai penghalang agar kita tidak berkomunikasi sama sekali. Ku putuskan saat bus ke 5 datang aku beranjak. Tanpa kata. Aku hanya mencoba tersenyum. Aku ingin ini pertemuan ini berakhir dengan baik. Bagaimana pun kita pernah mengalami petualangan hidup bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar