Memori saya kembali pada tiga atau empat tahun yang lalu -tidak ingat pastinya- bersama kamu. Saya masih sangat belia waktu itu. Tapi tidak untuk kamu. Yah, kamu dilahirkan lima tahun lebih dulu daripada saya. Tapi itu tidak menghalangi rajutan yang kita mulai pada 2007 silam. Saya masih ingat tanggal itu. Sampai sekarang saya masih menggunakannya. Tapi itu malah menjadi boomerang untuk diri saya. Karena kamu ingat juga dengan angka itu. Entah ini adalah jodoh yang tertunda atau bukan. Tapi pada dasarnya, saya tidak mau dikecewakan lagi (dan lagi). Bukankah tiga atau empat tahun yang lalu sudah cukup menjadi pelajaran hidup? Alasan bagaimana rajutan itu kandas ditahun ketiga. Entah saya harus berbuat apa untuk menghadapi kamu saat ini. Ketika kamu todong saya untuk bertemu kembali dipertengahan bulan ini. Setelah tiga tahun berlalu. Siapkah saya? Entahlah. Sampai saat ini pun saya masih mempertanyakannya. Dan tetap tidak menemukan jawaban sama sekali.
Kali ini kamu berhasil membuat saya bimbang. Antara pilihan kanan atau kiri yang harus saya ambil. Atau mungkin saya pilih untuk lurus menatap kedepan. Tanpa harus memperdulikan yang sudah terlewatkan dibelakang saya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar