Bau tanah sebelum hujan.
Selalu menggugah ku untuk memejamkan mata.
Menghirupnya dalam-dalam.
Langit menghitam.
Namun, aku tidak beranjak dari tempatku berdiri.
Aku menunggu langit menumpahkan ribuan bahkan jutaan tetes airnya.
Mengguyurku sampai basah kuyup.
Menikmati setiap tetesnya yang jatuh ditubuh ini.
Sekali lagi.
Langit bertambah hitam dan sapuan angin semakin kencang menghembuskan udara dinginnya.
Aku tetap bertahan.
Tetapku pijakkan dengan kuat kakiku ditanah ini.
Sampai tetesan pertamanya jatuh ditubuh ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar