Home

Senin, 03 Oktober 2011

# Day 4 #Timeline

Hari itu dengan resmi kamu memiliki sebuah akun twitter. Aku tersenyum dikala kamu mencoba mention aku dengan pertanyaan, "Bagaimana cara menggunakannya? Aku gak ngerti". Perlahan, aku mencoba menjelaskan padamu. Namun, kamu masih juga tidak mengerti. Kamu sudah terbiasa menggunakan media sosial milik tetangga sebelah. Sebenarnya saat kamu memiliki akun itu, aku jingkrak-jingkrakkan. Saking gembiranya. Kenapa? Karena aku pikir, kita akan mendapat satu tempat yang lebih private. Lebih personal. Hanya aku dan kamu yang berbalas mention.

Sejak hari pertama kamu punya akun, aku tidak pernah absen merefresh timeline-mu. Berharap akan ada postingan baru tentang aku. Namun, belum genap satu bulan usia akunmu itu. Kamu jarang atau bahkan tidak pernah hadir lagi ditimeline ku. Yah, saat itu aku memutuskan untuk menjauh darimu. Karena aku sudah sangat tahu apa posisiku dalam hidupmu. Bulan berikutnya aku jalani dengan gelisah. Aku berusaha menahan jari-jariku untuk tidak mengirim pesan ada bentuk apapun terhadap kamu. Semua kegiatan yang mengingatkan aku padamu, aku stop. Aku tidak melakukannya lagi. Mungkin dengan itu aku bisa melupakan kamu.

Namun, sekarang kamu mencoba menyapaku kembali. Dan kali ini kamu mengatakan rindu padaku. Yah, aku juga rindu. Tapi sekarang aku coba jaga rinduku itu agar tidak membuncah keluar dengan paksa. Aku tahan segala rasa. Agar kita kembali berkomunikasi tanpa ada perasaan saling menyakiti. Dan aku harus bunuh paksa rasaku padamu. Sampai kelak ada seseorang yang bisa membangkitkan kembali gairahku dalam bercinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar