Menyandarkan dagunya diatas lutut.
Badannya gemetar.
Terdengar isak dari bibirnya.
Isak yang terdengar sangat menyayat.
Ya, masa kanak-kanaknya dirampas.
Dia dipaksa untuk dewasa segera diumur yang
masih sangat dini.
Semakin erat memeluk lututnya yang gemetaran.
Bahu terguncang hebat.
Air mata yang jatuh bersusulan tanpa henti.
Tubuhnya semakin membentuk lingkaran.
Tanpa ada seorangpun yang menenangkannya.
Dia sendiri.
Ya, sendiri menghadapi kerasnya kehidupan diluar sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar