Ada namanya digaris rumahmu.
Sejenak mencoba acuh.
Namun, siapa dia?
Diakah orangnya?
Dadaku tersengal-sengal.
Mencoba menahan amarah.
yang akan berontak.
Mungkin dengan memakimu.
Bisa mengurangi amarah yang berkecamuk.
Kau selalu menyangkal semua tentang kita.
Ya, tentang aku dan kau.
Tak perlu kau buat aku mengerti.
Tak perlu kau jelaskan dengan ribuan kata.
Aku tahu.
Ini sudah saatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar