"Apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia walau jalannya berliku-liku. Dan, apabila sayapnya merengkuhmu, pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu." (Kahlil Gibran)
Kamis, 14 Juli 2011
(-____-")
Tak terbayangkan rasa sakitnya. Sudah terulang untuk kesekian kalinya. Namun, apakah kali ini sudah tiba waktuny? Dimana ketika hati harus berhenti. Ketika harus menyerah pada keadaan. Ketika harus berhenti meyakinkan hati. Yah, biarlah saya larut dalam dunia saya saat ini. Mencoba percaya bahwa "semua akan indah pada waktunya" -walau harapan mulai terkikis perlahan- seperti katamu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar